Jumat, 31 Mei 2013

Satu Nama (Aku Hanya Ingin Berlari dan Terus Berlari)

Seluruh pandangan dan hembusan nafas yang menderu
Dan tercekik dalam hidup yang membuat frustasi.
Tentang tetek bengek apa yang bekalan aku hadapin lagi.
Aku cuman ingin berlari dan terus berlari
Layaknya se-ekor binatang jalang yang terus di kejar Polisi.
Terkapar oleh pikiran yang melayang.
Aku terkadang senang menguak perang antara pikiran dan hati yang tak singkron.
Mungkinkah baru saja aku terjatuh, jatuhUntuk hal yang sama berulang kali.
Jujur aku muak dan penat terlalu mudah di buat hancur. Namun tidak jera.
Yang aku lihat semuanya Abstrack dan samar.
Jelas tak berbatas karena semuanya redup seketika.
Cerah telah di rampas oleh serbuan pasukan kegelapan yang tak tau malu.
Seenaknya merampas kebahagian ini.


Aku tau,ak sadar kisah lama udah seharusnya lenyap di bawah hembusan angin yang tak tampak.
Dimana aku berpijak aku harus siap untuk menuai lembaran baru.
Tapi saat nya bukan sekarang, karena dia sulit untuk di lupakan.


Memang aku terlalu bodoh masih mengharapkan sesuatu yang pergi dengan keinginan dia sendiri.
Aku tidak mampu untuk menahan, kekerasan hati yang sekeras batu.
Karena aku memandang realita ini dengan pandangan yang samar, aku tidak percaya ini adalah kenyataan.
Aku tidak mau menyerah, hanya bisa mengalah dan pasrah, semua rancu untuk aku lalui.


Membuka hati untuk hal yang lebih maju dan berharap esok akan ada sinar mentari yang lebih cerah.
Aku mengambang dalam alam yang mulai menyatu dengan angan.
Apa daya hanya sebuah nama yang selalu teringat.
Tak ada yang lebih, entah apa kah suatu saat waktu yang berpihak dan membawa dia kembali
Atau apakah cuma angan yang kosong belaka.


Apakah dia nyata sekarang untuk ku?
Tidak dia sudah tidak nyata lagi, dia cuma hanya bayangan yang merasuki pikiran mu.


Sangat muak jika aku harus kembali mati, di hempas gelombang waktu, pada skenario yang sama.
Seharus nya aku bisa melupakan ini, masa lampau itu hanya hal yang usang, yang harus dilupakan, kalau bisa dibakar,dan di kubur sedalam dalamnya di dalam tanah biar mati di makan cacing.


Aku benci jika harus mengulang sakit seperti ini terus, seperti berjalan untuk mengulang kisah - kisah lalu.
Seperti melihat sampah yang tidak bisa di daur ulang.


Muak, muak kenapa sang rembulan harus datang melakukan hal yang sama seperti dulu lagi.dan lagi.
Sudahlah, aku harus bisa mengubur rasa rasa yang telah berlalu.
Tapi perlahan sisi lain dari diri datang menghampiri

Pikiran : Aduhh Ndra, isi pikiran itu harus di kemukakan ya,jangan hanya di tulis dalam kertas kosong trus kau baca terus berulang ulang. Apasih yang kau pikirkan?

Hati : Barang Barang yang bisa di daur ulang!

Pikiran : Kau masih mikirkan dia! sang Mawar berduri dan melukai. Membuang Kau begitu aja, dan meninggalkan Kau seperti sampah yang telah habis dan dibuang tanpa ada penjelasan.

Hati :Ada hal lain tentang dia yang tidak kau ketahui, kenangan singkat yang indah yang selama ini aku cari, yang mungkin tidak akan kembali, kerena yang mati udah di tikam yang lampau. Aku berusaha untuk buang ini semua, kenangan pahit yang tercipta.Namun......

Pikiran : Kenangan itu jangan di buang, gak usah di tangisi atau di sesalin, ada alasan nya kenapa itu di sebut kenangan, karena cuman buat di kenang, GAK LEBIH,

Hati: Engkau tau apa?

Pikiran : Aku sama seperti mu, aku tahu semua rasa yang kau rasakan, semuanya aku juga rasakan, waktu kau di tinggal, sedih ku sama dengan sedih mu, tapi aku, aku bagian yang tegar dari diri mu, gak lemah. Aku masih berusaha untuk tertawa dan masih berusaha menggambarkan senyum palsu di jiwa kita berdua.

Sadar ndra, Aku berdiri sekarang di depan mu, karena aku tahu kau selalu berdiri takut menghadapi kenyataan. Selalu sembunyi dan selalu lari dari Realita yang ada, oke mungkin aku hanya sebagian sisi lain dari diri mu,tapi disisi lain itu juga aku ada karena kau tidak cukup kuat menghadapi semua ini dan gak berani untuk berdiri sendiri.

Hati : Ehk Bangsat!!! kau buat semua jadi terlihat gampang.  kenapa gk kau saja yang jadi diri ku sepenuhnya.

Pikirin : Bukan aku yang bikin semua ini, tapi kerasnya hati mu itu yang tidak pakai pikiran bikin semua seperti ini. ntar kalo Aku tiba tiba tidak ada kau bagimana?
tanpa aku kau akan GILA!!!!

Hati : Ya tapi gimana cara nya?

Pikiran : Apa susahnya sih, kau tinggal lupakan dan cari yang lain!!

Hati : Ahkk Aku tidak seperti mu ,Aku punya perasaan, Bangsat ahghhhhhhhhhhh, pergi kau biarkan aku seperti ini.

#Kenapa rasa takut itu kian membelenggu diri , Kenapa?
#Hanya satu nama terus yang ada di pikiran, kenapa ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar