Kita berjumpa di ambang pagi. Bersua di depan gedung kampus itu,
Di bulan september, Udara yang semi-semi dingin di pagi itu.
Dengan suasana pagi yang buram, menggugah gairah untuk mengajak mu bercerita, namun aku masih kaku, mungkin dinginnya pagi membuat aku membeku, kau punberlalu dengan kaca dimata mu.
Kini setahun telah berlalu, september itu telah berlalu, aku masih
ingat disaat pertama aku kerumah mu, Yah Pohon jambu itu, kau hanya
bilang disitu lah alamat rumah mu.
Kegembiraan yang tidak
pernah terlupa, kau membuka pintu depan rumah mu, aku terkejut gembira
melihat kau malam itu, sangat bersahaja dan senyum manis mu membekas
selalu. Kau seduhkan aku secangkir Teh penghangat tubuhku dimalam itu.
Kitapun duduk di kursi itu, saling lontar cerita, bercerita seakan-akan
kita telah lama ber-sua. Ya! aku pikir aku telah lama mengenal mu,
walaupun saat itu belum tahu nama mu, aku masih ingat Wajah manis mu
dikala pulang sekolah di SMA. , pakaian putih abu-abu mu, kau sangat lucu, itulah sekian alasan dari ratusan alasan kenapa aku Memilih mu.
Malam itu semakin larut, aku masih ingat kita masih tetap bercerita
tentang dunia, dari sudut pandang kita yang berbeda, aku seperti ini,
kau seperti itu, bibir indah mu sangat ringan melontarkan cerita tentang
mu namun itu bukan satu hal yang harus jadi masalah, semua bisa bersatu
dalam perbedaan.
Dan Malampun semakin larut Teh itupun telah
habis aku serumput, waktunya aku untuk berpamitan pulang, Aku masih
ingat bagaimana cara mu mengenalkan aku pada orang tua mu, aku lihat kau
sedikit malu.
Hari-hari itu telah berlalu, aku sadar semakin sulit langkah ku untuk kembali duduk di kursi di dalam rumah mu itu.
Aku Berharap Waktu Kembali Berputar Untuk Beberapa Saat Saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar